libenclamide untuk Kontrol Gula Darah, Ini Aturan Pakainya

Glibenclamide atau biasa dikenal juga dengan glyburide adalah obat yang digunakan untuk mengontrol kadar gula darah, terutama buat pengidap diabetes tipe 2. Mengontrol gula darah menjadi bagian penting untuk membantu mencegah kerusakan ginjal, kebutaan, masalah saraf, kehilangan anggota badan karena amputasi, dan masalah fungsi seksual.

Kontrol Mama Hemat yang tepat juga dapat mengurangi risiko serangan jantung atau stroke. Glibenclamide termasuk dalam kelas obat yang dikenal sebagai sulfonilurea. Bekerja dengan cara melepaskan insulin alami dalam tubuh supaya gula darah turun. Informasi selengkapnya mengenai glibenclamide dan aturan pakainya bisa dibaca di sini!

Minum Glibenclamide Sebelum Makan dan Sesuai Dosis yang Disarankan
Pada dasarnya, aturan penggunaan glibenclamide bisa dibaca pada kemasan atau menanyakan langsung ke dokter ataupun apoteker. Glibenclamide hadir dalam berbagai jenis tablet dengan dosis yang berbeda.

Obat ini dikonsumsi secara oral setelah makan, biasanya sekali sehari. Beberapa pasien dengan kondisi yang lebih serius bisa jadi membutuhkan dosis yang lebih tinggi, atau dikonsumsi dua kali sehari. Dosis didasarkan pada kondisi medis dan respons tubuh terhadap pengobatan.

Untuk mengurangi risiko efek samping, dokter bisa saja mengarahkan kamu untuk memulai pengobatan ini dengan dosis rendah, lalu secara bertahap meningkatkan dosis. Jika kamu sudah pernah mengonsumsi obat diabetes jenis lain seperti klorpropamid, ikuti petunjuk dokter dengan hati-hati untuk menghentikan obat lama baru kemudian memulai konsumsi glibenclamide.

Jika kamu juga mengonsumsi colesevelam, minumlah glibenclamide setidaknya 4 jam sebelum colesevelam. Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Beri tahu dokter jika kondisi kamu tidak membaik atau justru semakin memperburuk kondisi gula darah.

Efek Samping Glibenclamide
Mual, mulas, perut terasa penuh, dan penambahan berat badan dapat menjadi efek samping glibenclamide. Jika salah satu dari efek ini bertahan atau memburuk, bisa jadi kamu perlu menghentikannya.

Banyak orang yang menggunakan obat ini tidak memiliki efek samping yang serius. Namun ada beberapa gejala yang masuk kategori gawat dan butuh penanganan langsung, seperti tanda-tanda infeksi (sakit tenggorokan yang tidak kunjung hilang, demam), mudah berdarah/memar, sakit perut, mata/kulit menguning, urine berwarna gelap, lelah yang tidak biasa, merasa kelemahan yang luar biasa, kenaikan berat badan, perubahan mental atau suasana hati, pembengkakan tangan atau kaki, dan kejang.

Reaksi alergi yang sangat serius terhadap obat ini juga jarang terjadi. Namun Ibu dan Balita, segera dapatkan bantuan medis jika kamu mengalami gejala reaksi alergi yang serius, termasuk ruam, gatal/bengkak (terutama pada wajah/lidah/tenggorokan), pusing parah, kesulitan bernapas.

Obat ini juga dapat menyebabkan gula darah rendah (hipoglikemia). Ini dapat terjadi jika kamu tidak mengonsumsi cukup kalori dari makanan atau jika melakukan olahraga berat. Gejala gula darah rendah termasuk tiba-tiba berkeringat, gemetar, detak jantung cepat, lapar, penglihatan kabur, pusing, atau tangan/kaki kesemutan.

Laisser un commentaire